Bajet 2018: 'Ibu segala bajet'

Friday, October 27, 2017

Bajet 2018: 'Ibu segala bajet'


KUALA LUMPUR : Berdasarkan indeks ekonomi Malaysia yang kuat, Datuk Seri Najib Tun Razak hari ini mengajukan Anggaran 2018 yang dia jelaskan sebagai & # 39; Tambang Ibu Komprehensif ', dengan pengumuman komprehensif dari berbagai insentif dan penghargaan untuk setiap kelompok orang.

Perdana menteri mengatakan bahwa anggaran RM280.25 miliar mengambil keputusan sejak kepentingan bayi dalam isi agenda untuk masa depan negara tersebut.

Antara lain, anggaran menggunakan petani, petani, nelayan, supir taksi, pemukim Felda, pegawai negeri sipil dan pensiunan, pengguna jalan tol, masyarakat Cina dan India, intelektual, pemuda dan pelajar.

"Ini adalah ... anggaran yang tidak pernah dikatakan demikian karena saya mengambil alih kepemimpinan negara ini karena bersifat holistik dan penuh filsafat," kata Najib di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pidato anggaran sekitar dua jam setengah bertema & # 39; Mengembangkan ekonomi inklusif. Menimbang Keunggulan Dunia dan Pengetahuan tentang Kehidupan Rakyat, Mengikuti Aspiring TN50 & # 39;

KLIK UNTUK LEBIH BROADCASTING 2018

Menurut Najib, sejak delapan tahun yang lalu ia dipaksa membuat keputusan yang sulit dengan memusatkan perhatian pada inisiatif ekonomi sebagai agenda transformasi suatu negara.

Di antara hasilnya, cadangan internasional negara itu saat ini tercatat sebesar RM428,7 miliar dibandingkan dengan RM59,1 miliar selama kemerosotan ekonomi 1997.

Najib mengatakan bahwa Pajak Barang dan Jasa (GST) terbukti menjadi penyelamat bagi perekonomian nasional.
[1945909]
Dia mengatakan bahwa pelaksanaan GST adalah langkah berani yang diambil oleh kerajaan yang pada akhirnya terbukti benar. Sebaliknya, Perdana Menteri mengatakan bahwa oposisi sampai hari ini tidak setuju untuk menerima GST atau tidak dan untuk berbicara mengenalkan kembali sistem SST (Sales and Services Tax).

Dia mengatakan tanpa koleksi G41 sebesar RM41 miliar, tidak dapat dibayangkan bagaimana negara dapat menutupi biaya yang dibutuhkan untuk masyarakat.

Najib menentang inkonsistensi oposisi dan 'U-turn & # 39; ketika mereka berbicara tentang program dan insentif yang diterapkan oleh pemerintah demi kesejahteraan rakyat.

"Apa yang sering kita dengar, omong kosong yang menyenangkan, ... menyenangkan U-turn ... dan lebih banyak lagi, jadi segalanya membuat pikiran orang bingung, dijinakkan dan diracuni," katanya.

Dia mengatakan bahwa pihak oposisi juga berpisah dengan Program Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M), pinjaman PTPTN dan subsidi minyak ketika mereka kadang-kadang mendukung dan kadang merencanakan untuk menghapusnya.

Secara total, Anggaran 2018 memuat 233 insentif dan program di bawah delapan pendukung.

Program tersebut, menurut Najib, adalah untuk kepentingan semua orang Malaysia tercinta, tanpa memandang ras, ras, ras dan latar belakang.

Kelompok sasaran mencakup bayi yang lahir dari tanggal 1 sampai 2022 yang disajikan dengan penghematan awal sebesar RM200 melalui Trust Fund of 2050 atau ADAM50.

Untuk mengatasi biaya hidup, antara lain, anggaran ini memangkas tarif pajak penghasilan 2,3 juta pembayar pajak, terutama kelompok berpenghasilan menengah M40.

Langkah ini akan meningkatkan pendapatan sekali pakai antara RM300 sampai RM1000 sementara 261.000 orang tidak lagi perlu membayar pajak penghasilan.

Anggaran tersebut juga menyediakan subsidi subsidi dan subsidi sebesar RM3,9 miliar, termasuk gas memasak, tepung, minyak goreng, subsidi listrik dan tol.

Toko Rakyat 1Malaysia direstrukturisasi menjadi KRIM 2.0 yang menyediakan lima kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah yaitu beras, gula, minyak goreng, tepung dan minyak bumi (LPG), serta 50 jenis barang konsumen bermerek yang dijual dengan harga lebih rendah dari pada pasar.

Berita baiknya Najib selanjutnya adalah penghapusan koleksi tol di empat lokasi yaitu Batu Tiga, Shah Alam dan Sungai Rasau di Selangor; di Bukit Kayu Hitam, Kedah; dan di Eastern Dispersal Link (EDL), Johor.

Sejumlah RM50 juta dialokasikan untuk bantuan hemodialisis dengan subsidi RM100 dari total RM110 per sesi pengobatan.

"Itu berarti, dari 2018, pasien terdaftar hanya membayar RM10 untuk setiap sesi pengobatan," kata Najib.

Pengemudi taksi diberi hibah RM5,000 untuk mereka yang membeli mobil baru.

Dengan pengumuman anggaran tersebut, Perdana Menteri berharap agar rakyat bisa menilai dengan bijak dan terus ' bersatu dengan pemerintah ', untuk masa depan Malaysia yang cerah.

"Ketika rakyat dan kerajaan menjadi satu, maka negara ini perkasa ...," katanya.

- BERNAMA

sumber: astroawani

0 comments:

Post a Comment